Cerita Tentang Bersyukur

Haaaiiiiiiiii..Hiatusnya udah selesai!! Mestinya udah selesai dari 27 Januari kemarin sih..hehe.Alhamdulillah Saya sudah lulus dan sabtu 28 februari diwisuda..Cerita kelulusan dll itu bakal dibahas di satu post khusus. 

Posting yang ini meneruskan Tulisan “Cerita Tentang Hidup” . Ini adalah cerita kedua..

Ada seorang kakek tukang semir sepatu yang suka lewat di komplek saya. Umurnya hampir 70 tahun.Terakhir saya mengobrol dengan Kakek ini puasa tahun lalu. Beliau sudah 25 tahun menjadi tukang semir sepatu. Dulu waktu masih muda dia bisa bekerja seharian dan tidur dimana saja. Namun sejalan dengan keriput yang  terlihat,dia sekarang bekerja 6 jam saja,berjalan kaki. Setiap bertemu dengan kakek,Ibu atau saya suka membekali makanan atau minuman buat dijalan.

“Pokonya kerja,biar badan ga pegel” katanya sambil dengan cekatannya membereskan bolongan di sepatu saya.

Kakek ini punya istri di Garut. Seminggu sekali kalau ada uang dia pulang ke Garut buat ngasih biaya hidup ke Istrinya. 20 ribu sudah termasuk mewah buat mereka. Kakek ini termasuk pekerja keras,menurut ceritanya walaupun dia kerja di waktu puasa, tidak pernah sekalipun dia batal karena tidak kuat menahan haus. 

“Haus itu ga masalah, kita sengaja batal puasa itu baru dosa” nasihatnya

Sejak obrolan terakhir waktu puasa itu dia jarang sekali lewat di depan rumah. Ibu dan saya pun bertanya2,apa dia sakit atau memang sudah ga kuat bekerja. Di Bandung dia tinggal di rumah kontrakan bareng2 tukang semir sepatu yang lebih muda. Karena yang lain juga bekerja maka dia mengurus apa-apa sendiri. Nah, suatu hari, bibi yang kerja di rumah saya tiba2 menemukan Kakek ini di kolam renang kompleks sedang beristirahat. Ketika diajak ke rumah Kakek itu ga mau..Alasannya

“Malu! Kalau kesana nanti dikasih bekel terus.Kakek malu kesana,nanti dikira minta-minta”

Kalimat itu keluar dari seorang Kakek,umur hampir 70 tahun yang masih bekerja dengan sekuat tenaga. 

Baru-baru ini saya bertemu seorang Penjual Wajik Cililin, orangnya masih muda, masih kuat. Dia bolak-balik Bandung-Cililin setiap hari menjual dagangannya. Ketika saya menanyakan harga, hal pertama yang dia katakan adalah “Borong ya Neng,Cape jalan melulu tiap hari. Jauh ga ada yang beli” -Mukanya memang tampak letih “Jaman sekarang susah uang,Cape saya jualan ga ada yang beli.Cape”

Tiba-tiba dari tas pinggangnya terdengar bunyi yang familiar. Bunyi Ringtone Handphone. Saya tersenyum,mempersilahkan dia mengangkat telponnya. Ternyata dari temannya yang ingin mengobrol dengan Bapak ini. Setelah menutup telepon dia mengatakan sekali lagi “Orang kota pasti punya uang,ga kayak saya Capek tiap hari jualan,Sok atuh Borong Neng”

Saya kembali tersenyum. Memikirkan perbedaan Kakek dan Bapak ini. Ngenes. Maaf,mungkin ini pandangan subjektif saya saja. Semua manusia pasti tidak pernah luput dari salah,apalagi ngeluh. Satu atau dua kalimat memang tidak bisa menggambarkan keseluruhan hidup mereka. Tapi..

setelah membaca dua cerita ini mari kita ingat-ingat, apakah selama ini kita seperti Kakek atau Bapak ? 

Mengerti dunia memang keras dan terus bekerja buat hidup tanpa mengeluh atau

Menyadari dunia ini keras,bekerja,dan tidak menyadari apa yang kita punya 

Pelajaran yang saya dapat dari Kakek dan bapak ini salah satunya adalah : Mungkin Kalau mau ngeluh,, berkeluhlah dengan gembira soal cita2 kita atau hal2 yang belum kesampaian,jangan ngeluh tentang hal2 yang sudah kita punya. Disyukuri aja, kita masih dikasih hidup kan ?  =)

Trackback URL

,

7 Comments on "Cerita Tentang Bersyukur"

  1. admin
    iyra si guramebakar
    27/02/2009 at 6:19 pm Permalink

    hayahhhhhhhhh..hik..hiks..*sedot ingus*

  2. admin
    anastha
    04/03/2009 at 11:32 am Permalink

    coba klik nama gw my…ada blog baru…hihihihihi

  3. admin
    Eka
    08/03/2009 at 8:02 pm Permalink

    hi! postingannya bagus bgt!
    Salam Kenal ya..^_^

  4. admin
    dramaqueeningrum
    09/03/2009 at 3:05 pm Permalink

    Saya bangga Indonesia masih punya kakek-kakek tua seperti yang di nomor satu. Saya pengen komentar tentang bapak nomor dua tapi nanti ada mas-mas antah berantah yang marah, jadi gw diem aja deh. Tapi salut sama beliau karena lebih memilih untung dagang daripada mengemis. Bikin saya malu bisanya minta uang jajan doang terus ngeluh gara2 di cut berhubung udah lulus kuliah. hehe.. curhat dianya…

    Bottom line, setuju sama Mya. Daripada mendengungkan stop global whinning, kenapa ngga fokus ke “start global appreciating”? =) You have a wonderfull blog my dear myaboo! xoxo!

  5. admin
    Calvin
    25/03/2009 at 4:13 pm Permalink

    a piece of life yang bagus mi seperti biasa, thanks for sharing, mengingatkan agar tidak terus menerus mengeluh :O

  6. admin
    michaeljubel
    30/03/2009 at 9:53 am Permalink

    my, katanya hiatusnya dah selesai.. tapi kok masih ini post terakhir? hehehe.. skrg hiatus krn cari kerja ya? hehehe.. anyway, gua belum sempet mengucapkan selamat nih atas kelulusanmu. selamat ya my!

Trackbacks

  1. Uninspired Mode On « SERIOCOMIC 27/02/2009 at 10:12 am

    [...] A post that makes me ashamed of lazying around…damn… [...]

Hi Stranger, leave a comment:

ALLOWED XHTML TAGS:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe to Comments