Cerita Hidup Bagian 2

Di luar kompleks tempat tinggal saya, ada sebuah klinik pijat tuna netra. Dengan biaya yang relatif murah para warga di lingkungan sini bisa mendapatkan pemijatan di rumah sendiri selama 2 jam atau lebih. Di klinik pijat itu ada 1 pasangan tuna netra, tidak seperti pemijat lainnya mereka memilih untuk mengontrak rumah sendiri. Kata bibi yang bekerja di rumah saya, tiap hari pasangan yang sudah agak berumur ini berjalan kira-kira 100 langkah dari tempat tinggalnya menuju tempat kerjanya. 

Tiap hari juga pasangan ini berjalan dengan dituntun anak laki-lakinya . Anak umur 6 tahun bermata normal ini dengan sangat lancar dan tanpa sedikitpun rasa takut menuntun kedua orangtuanya berjalan di dekat kali. Menjaga agar mereka tetap berada di posisi yang benar, maklum karena jalan yang mereka susuri tiap hari itu bukanlah jalan besar yang bebas hambatan. 

Ketika kedua orangtuanya bekerja, anak ini dititipkan ke tetangganya. Kemudian sore hari dia menjemput kedua orangtuanya, menuntun mereka kembali ke rumah dengan sebelumnya membeli makanan. Saya pernah melihatnya sekali, ketika bapaknya menggendong anak itu. Kemudian si anak yang wajahnya cukup tampan itu berkata ” turunin aja , saya mau nuntun bapak emak”

Umur 6 tahun, dan suda dilimpahi tanggung jawab sebesar itu untuk menjaga kedua orangtuanya. Dimana dia kadang melewatkan kewajiban main layang-layang bersama teman-temannya untuk dengan bangga menjemput bapak dan ibunya.

Berapa kali kamu pernah merasa kesal terhadap orangtuamu?

Berapa kali kamu mengharapkan ingin keluar dari rumah dan memulai hidup mandiri tanpa diganggu pertanyaan dan pernyataan “Pulang jam berapa? Jangan Malem-Malem!” atau “pergi sama siapa? ngabisin uang berapa?” 

Mungkin sebelum kita mulai kesal karena pertanyaan-pertanyaan itu kita harus mulai memikirkan ” berapa jam yang dulu Mama habiskan di tengah malam untuk merawat saya yang sakit” atau ” jam berapa papa pernah pulang kerja biar dapet uang buat bayar uang sekolah kita”

Karena suatu saat kitalah yang ada di posisi mereka, dan betapa senangnya bila suatu saat anak-anak kita bisa menanyakan “Mama/Papa mau dipijetin ga abis pulang kerja?”

Continue reading

Rambling Thoughts

*# Sebenernya saya ga ada ide buat nulis postingan baru. Mau nulis apa? soal kelakuan aneh para caleg yang kalah (nyegel SD sampai murid2nya belajar di jalan,ngehalangin jalan penduduk desa,atau masuk ruang VVIP rumah sakit jiwa) ? Atau ngomongin gosip2 yang lagi heboh di infotainment (Luna Maya-Ariel, Alice norin ngaku selingkuh)? atau ngomongin kehidupan bahagia jadi pengangguran (bangun pagi,nonton dvd, tidur,makan,baca novel,tidur)? weheheu…Itu dia,masalahnya hidup saya udah ga semenarik itu (setidaknya buat saya) untuk ditulis disini.  Saking ga menariknya, sampai nulis status di facebook juga mesti mikir dulu, apa status “bangun tidur, mau makan,perut kenyang, pengen nonton tv” sebegitu pentingnya buat masuk newsfeed ya? 

*#Beberapa minggu belakangan, kata-kata inilah yang paling sering saya dengar : ” Kerja dimana?” ,” Kenapa nolak tawaran-tawaran kemarin?” ,” Kenapa masih pengen jadi pengangguran? ” , ” Kapan ngasih cucu ke ibunya?” 

Jawaban pertanyaan pertama dan kedua dan keempat masih gampang : Belum kerja,masih pengen nganggur dulu, Belum nemu calonnya,belum siap nikah,belum punya modal buat nikah nah  gimana bisa ngasih cucu,adanya ngasih beban tambahan buat negara. Tapi jawaban buat pertanyaan ketiga yang susah dijelasin dalam 3 menit. Kenapa masih pengen nganggur? Jawabannya adalah : Karena saya bangga jadi orang Taurus! Begini, menurut hasil penelitian yang saya lakukan dari artikel2 di majalah+pengalaman pribadi dan teman-teman, saya mendapat kesimpulan bahwa : Orang Taurus itu Sangat Setia ! Ga cuma setia sama pasangan, tapi juga setia sama hal-hal yang udah jadi impiannya dari dulu. Impian pribadi saya dari SMP ada 3 : Keliling Dunia,Jadi penyiar,Ke luar angkasa. Waktu SMA impian-impian itu berkembang dengan penambahan langkah-langkah yang harus diambil. Pertama,keliling dunia berati saya akan masuk Hubungan Internasional, syukur2 masuk deplu jadi bisa keluar negeri. Kedua, jadi penyiar berarti nanti kuliah coba-coba ngelamar ke radio. Ketiga, keluar angkasa, kalaupun ga bisa jadi astronot setidaknya bisa nabung  buat liburan kesana (hihi).  

Kemudian inilah saya sekarang 5 tahun kemudian  Alhamdulillah sudah lulus dari HI dan sudah pernah merasakan jadi penyiar. Tapi mimpi-mimpi saya belum selesai sampai disitu. Kesetiaan pada mimpi-mimpi itu  berubah menjadi obsesi dan inilah jawaban pertanyaan ketiga : Saya masih ingin mewujudkan mimpi-mimpi itu. Karena pekerjaan di perusahaan OKE dengan gaji BESAR belum menjamin kata bahagia.

Idealis? Kurang Realistis, jaman sekarang masih ngejar mimpi?

Well, I am what I am *big grimace*

Dreams are like the paints of a great artist. Your dreams are your paints, the world is your canvas. Believing, is the brush that converts your dreams into a masterpiece of reality.

Continue reading

When you took another stage of life

 

http://hr.ucsb.edu/icons/work_life.jpg

When and How did you make your mind up ?

please tell me..

 

 

image was taken from here

Continue reading


Cerita Tentang Bersyukur

Haaaiiiiiiiii..Hiatusnya udah selesai!! Mestinya udah selesai dari 27 Januari kemarin sih..hehe.Alhamdulillah Saya sudah lulus dan sabtu 28 februari diwisuda..Cerita kelulusan dll itu bakal dibahas di satu post khusus. 

Posting yang ini meneruskan Tulisan “Cerita Tentang Hidup” . Ini adalah cerita kedua..

Ada seorang kakek tukang semir sepatu yang suka lewat di komplek saya. Umurnya hampir 70 tahun.Terakhir saya mengobrol dengan Kakek ini puasa tahun lalu. Beliau sudah 25 tahun menjadi tukang semir sepatu. Dulu waktu masih muda dia bisa bekerja seharian dan tidur dimana saja. Namun sejalan dengan keriput yang  terlihat,dia sekarang bekerja 6 jam saja,berjalan kaki. Setiap bertemu dengan kakek,Ibu atau saya suka membekali makanan atau minuman buat dijalan.

“Pokonya kerja,biar badan ga pegel” katanya sambil dengan cekatannya membereskan bolongan di sepatu saya.

Kakek ini punya istri di Garut. Seminggu sekali kalau ada uang dia pulang ke Garut buat ngasih biaya hidup ke Istrinya. 20 ribu sudah termasuk mewah buat mereka. Kakek ini termasuk pekerja keras,menurut ceritanya walaupun dia kerja di waktu puasa, tidak pernah sekalipun dia batal karena tidak kuat menahan haus. 

“Haus itu ga masalah, kita sengaja batal puasa itu baru dosa” nasihatnya

Sejak obrolan terakhir waktu puasa itu dia jarang sekali lewat di depan rumah. Ibu dan saya pun bertanya2,apa dia sakit atau memang sudah ga kuat bekerja. Di Bandung dia tinggal di rumah kontrakan bareng2 tukang semir sepatu yang lebih muda. Karena yang lain juga bekerja maka dia mengurus apa-apa sendiri. Nah, suatu hari, bibi yang kerja di rumah saya tiba2 menemukan Kakek ini di kolam renang kompleks sedang beristirahat. Ketika diajak ke rumah Kakek itu ga mau..Alasannya

“Malu! Kalau kesana nanti dikasih bekel terus.Kakek malu kesana,nanti dikira minta-minta”

Kalimat itu keluar dari seorang Kakek,umur hampir 70 tahun yang masih bekerja dengan sekuat tenaga. 

Baru-baru ini saya bertemu seorang Penjual Wajik Cililin, orangnya masih muda, masih kuat. Dia bolak-balik Bandung-Cililin setiap hari menjual dagangannya. Ketika saya menanyakan harga, hal pertama yang dia katakan adalah “Borong ya Neng,Cape jalan melulu tiap hari. Jauh ga ada yang beli” -Mukanya memang tampak letih “Jaman sekarang susah uang,Cape saya jualan ga ada yang beli.Cape”

Tiba-tiba dari tas pinggangnya terdengar bunyi yang familiar. Bunyi Ringtone Handphone. Saya tersenyum,mempersilahkan dia mengangkat telponnya. Ternyata dari temannya yang ingin mengobrol dengan Bapak ini. Setelah menutup telepon dia mengatakan sekali lagi “Orang kota pasti punya uang,ga kayak saya Capek tiap hari jualan,Sok atuh Borong Neng”

Saya kembali tersenyum. Memikirkan perbedaan Kakek dan Bapak ini. Ngenes. Maaf,mungkin ini pandangan subjektif saya saja. Semua manusia pasti tidak pernah luput dari salah,apalagi ngeluh. Satu atau dua kalimat memang tidak bisa menggambarkan keseluruhan hidup mereka. Tapi..

setelah membaca dua cerita ini mari kita ingat-ingat, apakah selama ini kita seperti Kakek atau Bapak ? 

Mengerti dunia memang keras dan terus bekerja buat hidup tanpa mengeluh atau

Menyadari dunia ini keras,bekerja,dan tidak menyadari apa yang kita punya 

Pelajaran yang saya dapat dari Kakek dan bapak ini salah satunya adalah : Mungkin Kalau mau ngeluh,, berkeluhlah dengan gembira soal cita2 kita atau hal2 yang belum kesampaian,jangan ngeluh tentang hal2 yang sudah kita punya. Disyukuri aja, kita masih dikasih hidup kan ?  =)

Continue reading

,

Hiatus-A temporary pause in such activities as blogging or column writing

Because the mainly huge super important reason : thesis deadline..( 5 jan 2009)

but the word temporary will always be the temporary, at least for this blog. But not for your blog cause I’ll keep coming and put two or three comments.So,yes please  wish me and my dearest friends super duper zuppa LUCK (because we need that!!)..

ciao!

Continue reading

, ,

Cerita Hidup Bagian 1

Saya mempunyai tiga cerita tentang hidup. Ini bukan cerita mengenai saya dan bukan cerita besar tentang perbaikan dunia. Ini cerita nyata tentang kehidupan yang datang dari orang-orang besar. Cerita ini akan dibagi kedalam tiga entry karena terlalu pendek sebuah halaman untuk menuntaskan bertahun-tahun perjalanan hidup kaki seorang manusia.

Sekarang mari kita masuk bagaimana awal saya bisa mendapat tiga cerita ini.  

Selain makan iga bakar, hobi sayang yang lain adalah berjalan kaki dan mengobrol. Ternyata kedua hal itu adalah suatu anugerah yang tampil dalam paket sederhana.  Dengan berjalan kaki saya bisa melihat kehidupan, dan dengan mengobrol saya bisa mencium dan mendengar jam-jam kehidupan tersebut. Karena itulah saya bisa membagi cerita tentang Supir taksi yang anaknya bisa kuliah di Oxford atau Almarhum Kakek Penjual Mie Tek-Tek yang mendapat rejeki gerobak dari Mbak Dewi Lestari. 

Cerita pertama ini adalah cerita istimewa. Karena itulah dia mendapat kesempatan pertama untuk menjadi bagian pertama. Tentang Pak Dudung Pejuang Timbangan.

Hari ini saya mendapat tugas dari Ibu untuk mengambil uang di ATM Mandiri Jalan Riau Bandung (depan KFC). Kebetulan tadi yang mengambil uang cukup banyak jadi saya harus menunggu cukup lama. Tiba-tiba mata saya tertuju pada seorang Kakek yang sedang duduk dengan lemasnya di lantai. Seperti sedang menunggu seseorang ,kakek tua yang memakai kacamata, berkemeja biru ini memperhatikan orang-orang yang keluar masuk ATM dan memanggil mereka dengan suara lemah sehingga tidak jelas dia mengatakan apa. Di depannya terletak sebuah timbangan. Iya, timbangan badan. Saya terheran-heran. Sedang apa Kakek ini? Apa dia duduk karena capek menunggu antrian? Kenapa ada timbangan di depannya, mungkin dia baru beli timbangan lalu karena tidak kuat dibawa jadi benda itu diletakkan di depannya? Atau masa sih dia menawarkan jasa menimbang badan?! Karena logikanya sekarang semua orang sudah punya timbangan di rumahnya. And seriously, siapa yang mau menimbang badan di tempat seumum Bank?! 

Tergelitik, saya pun menghampirinya. Dia tersenyum melihat saya. Lalu berkata

“Neng silahkan ditimbang badannya, biayanya terserah Neng saja” 

Saya terkejut. Seorang Kakek menawarkan jasa menimbang badan di tempat umum dengan tidak mematok harga? Walaupun dia pintar sih memilih tempat di depan ATM.  

Pembicaraan selanjutnya pun mengalir. Orang-orang tadi melihat dengan aneh 2 manusia duduk di lantai depan ATM . Yang satu bercerita dan yang satu terpukau mendengarkan. 

Namanya Pak Dudung rumahnya di Kiara Condong (sekitar 20 menit dari Riau kalau pake angkot). Di Bandung ini dia ikut di rumah Pamannya. Menurut ceritanya dia seorang pejuang angkatan 45 dan dia kenal Bung Karno. Saya juga melihat kartu identitasnya dan memang ada tulisan Angkatan 45 dan keterangan lainnya. Umurnya? menurut kartu itu umurnya adalah 100 tahun.Kakek umur 100 tahun yang mestinya sudah bisa menikmati hidup masih harus berjuang untuk makan? Saya kira Indonesia punya UUD pasal 34 Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

Kata-katanya sulit dimengerti karena dia sudah tidak punya gigi. Tapi yang bisa saya tangkap adalah kata-kata penuh nasihat dan pembelajaran hidup dari seorang yang tampaknya sudah melihat dunia.

Saya ini pejuang yang tidak dapat uang pensiun. Padahal surat-surat saya lengkap. Nasib veteran, Neng”

[Jika seseorang Veteran Republik Indonesia itu Pegawai Negeri atau menjadi Pegawai Negeri, maka waktu selama ia turut dalam kesatuan-kesatuan seperti tersebut dalam pasal 1 dihitung sebagai masa kerja apabila ia termasuk Veteran Pembela Kemerdekaan, sedangkan apabila ia termasuk Veteran Pejuang Kemerdekaan, dihitung 2 kali lipat sebagai masa kerja penuh dan untuk perhitungan pensiun. -UU nomor 7/1977 pasal 8 ayat 1- ]

“Dulu waktu dipegang Belanda sebenernya hidup ini enak.Saya kira dipegang Indonesia lebih enak lagi tapi kok malah jadi gini”

“Saya mencari uang untuk makan. Yang penting Halal. Jangan sekali-kali makan Uang Haram ya Neng”

“Saya pulang dari sini kalau sudah ada uang untuk beli beras. Kadang ada kadang tidak ada” 

“Jangan pernah sekalipun menolak dimintai bantuan orang tua. Rejeki lancar”

[Dia mengatakan semua itu dengan berapi-api. Hilang semua suara lemahnya tadi. Sebenarnya banyak sekali yang ia sampaikan tetapi susah untuk ditulis disini termasuk rahasianya awet muda.Sampai pada perkataannya yang paling istimewa]

Perempuan itu Mahal. Perempuan itu Jiwa Mahal harus dialusi jangan dikerasi”

[Perempuan itu Jiwa mahal. Perempuan itu Jiwa Mahal. Tidak pernah saya mendengar kalimat seunik ini sebagai penghargaan untuk kaum perempuan. Ditengah-tengah beragam kabar tentang KDRT dan pemutusan hubungan sepihak oleh pria-pria yang sudah bosan terhadap perempuannya-ya ga semua pria kayak gini sih tapi ada aja- Kalimat ini sangat menyejukkan I couldn't agree more]

Sayang pembicaraan ini harus diakhiri karena Ibu sudah menelpon menanyakan mana uangnya. Ironis memang ketika orang-orang keluar dari ruangan itu dengan membawa segepok uang yang kadang dihabiskan untuk urusan tidak jelas,  didepannya ada seorang kakek menawarkan jasa timbangan dengan imbalan sukarela. 

Pembicaraan itu tidak lebih dari 20 menit tapi banyak sekali pelajaran yang bisa didapat. Umur 100 tahun bukan lagi waktu untuk memperjuangkan perut tapi Pak Dudung menjalankannya dengan senyum.Dia seorang pejuang yang membuat orang-orang merdeka. Tapi sekarang membeli beras pun harus bekerja keras. Lantas kenapa manusia yang masih berumur kurang dari 30 tahun senang sekali mengeluh tentang segala hal? Tentunya termasuk saya dan mungkin juga yang membaca tulisan ini. Walaupun susah mungkin sudah saatnya kita mengurangi keluhan ataupun kemalasan. Kalau istilah dari blog teman saya,Freddy : Stop Global Whining. 

Oiya,ini fotonya. Senang sekali Pak Dudung ketika difoto.

 

Ketika saya keluar dari ATM dia masih tersenyum dan menawarkan timbangannya ke orang-orang. Kemudian melihat ke arah saya dan bilang 

“Hidup yang Sehat ya Neng. Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam Pak, Terimakasih. Tetap hidup ya Pak”

Continue reading

, ,

Surely ranks as the world’s most bizarre.

Tulisan  ini diminta khusus oleh Yoanita Simanjuntak sang pemilik blog www.yoaniverse.com .Jadi Yo,ini buatmu please enjoy!

Indonesia dan kalangan ibu-ibu arisan sepertinya lagi dihebohkan perkawinan Kyai berumur 43 tahun dengan anak baru lulus sd umur 12 tahun (geez I really feel sorry for that innocent girl,damn you “very old man”). Tapi tunggu dulu, ternyata ada yang lebih aneh dari itu! Aneh,percayalah ini aneh!!

Like American Pie…..now German Pineapple

Mr and Mrs Hopper

Seorang popstar Jerman bernama panggung Ramma Damma  bernama asli Ulli Hopper telah menikahi seorang eh sebuah Nanas. if one of you migh think I made typo or something, it wasn’t. Really he married pineapple! Below are his statements. 

Picking up his bride for about £8 – he wanted one who wasn’t cheap – he drove her across the Scottish border to Gretna Green in a Jaguar covered in green AstroTurf. here he and the pineapple – which he affectionately named Tippi – were wed before returning to his home in Munich.  ( Kenapa harus nanas dear mister! strawberry looks good!! at least she won’t hurt you at your first-juicy-fruity- night)

‘I loved her. I wanted to marry her. ( Owww that’s so sweet! Tapi taukah anda masih ada 124.213.3434. wanita single di dunia ini yang mendambakan seorang lelaki dengan iming-iming Popstar buat diporoti eh dinikahi)

“We enjoyed meals out. We would go to restaurants and she would enjoy a glass of water over dinner. Tippi loved to go to the movies - especially ones about earthquakes - and she would sit on my lap when she got scared.”  (Asiknya sih dia bisa nonton bioskop “berdua” tapi cukup beli 1 tiket saja!)

Pernikahan ini terjadi 40 tahun yang lalu dan sampai berita ini ditulis saya belum menemukan artikel tentang nasib Tippy si Nanas. Mungkinkah dia selamat dari kebusukan atau sudah melahirkan nanas-nanas junior.We’ll see. But if all of this online for his publicity stunt. I hope the pineapple dumped him and took 1/2 of all his munnies.Period!

Article and Photo taken from here

Okey Yoanita and you! enjoy!! 

But wait wait wait!! here is another one.

 A Chinese man has married himself to express his “dissatisfaction with reality”.

                                              Mr and Mrs Liu Ye

Hope this picture explains the odds on everything. Geez mister, I hope you’ve bough insurance for your hand.

Taken from here

 

Continue reading

, ,

Rejeki Ga Akan Kemana

Makin kerasa ga sih panasnya Bandung kayak apa? Jangankan jam 12 sampe jam 2 yang konon katanya hampir nyaingin panasnya Jakarta. Tapi Jam 9 aja matahari udah bersinar terang benderang sambil nyengir kuda , bikin panasnya jadi 4 kali lipat biasanya (ini kisah nyata di Jalan Jakarta )

Jadi panas hari ini membuat ibu saya yang baik sekali itu ,,,mengeluarkan kalimat sakti “ ya udahlah my,naek taksi aja ke kampusnya” hehehe…(kalo ada yang komentar Ya ampun jalan Jakarta doang naek taksi,,,silahkan dicoba naek angkot 3 kali + jalan dulu 1 kilo dari rumah ke depan kompleks tiap hari.,,sekali2 istirahat kaki +kulit itu perlu! Hehe)

Jadi naiklah saya ke Taksi Langganan,, disini sebut saja Taksi ABCD.

Pintu ditutup, jendela ditutup , Ac dinyalain dan wuiiih segeeer

Nah!Supirnya baek banget deh,asli. Bapak-bapak yang umurnya 50 somethinglah

Dan dia suka ngobrol. Karena kebetulan saya juga suka jadi hari itu kami ngobrol banyak hal.

Ternyata , dia perintis bemo di Jakarta. Trus yang bikin jalur angkot margahayu raya sama caheum ciroyom dan sebagai mantan pengemudi 2 angkot tercinta yang selalu setia mengantarkan saya pulang itu dia BT banget sama kelakuan supir2 angkot masa kini. 

Nah dari obrolan soal angkot nih,berlanjut obrolan tentang keluarganya.

Bapak ini umahnya di ahmad yani dan sudah 16 tahun kerjaannya nyupir.

Bapak Baik : saya sih sekarang istilahnya tinggal nunggu
mati neng, anak udah gede2 ya tinggal pacaran aja sama si ibu . tapi yang bapak
pengen sih megang uang 10 juta neng,Iya megang doang kok. Seumur-umur belum
pernah ! (sama pak, saya juga belum ).Sekarang ada uang seratus-2ratus aja
mesti disetorin ke kantor neng..hehe Tapi untungnya anak bapak yang bungsu pinter neng ,Jadi dapet beasiswa, kuliahnya di luar  (  dengan nada bangga seorang bapak )

Mya cantik (apa?ada yang mau protes?!) : wah,kemana pak ?

Dalam hati si Mya cantik : Ooo munngkin di UGM kalo ga di UI

Bapak Baik : Di Oxford Neng

Mya cantik : HAAAAAH! (antara shock,takjub,terpukau , dan cantik )

Bapak Baik : Iya neng., sama ibu megawati ditawarinnya (dengan nada anteng). Banyak yang ga percaya neng,tapi itu ada buktinya banyak dirumah.

Mya cantik : trus pak trus?????

Bapak baik : jadi anak saya pinter akuntansi dari SMA, juara se-Indonesia.Trus ketemu Ibu Mega di Peresmian Kampus UPI.Nah pas Bu Mega tau reputasi anak saya dia nawarin mau ke.. Oxford trus apa mau ke…aduh ke,,,aduh dimana ya neng yang di Amerika itu,,2 universitas

Dalam Hati Mya cantik : jangan-jangan,,jangan-jangan…

Bapak Baik : Harvard sama Yale gitu yah?

Dalam Hati Mya Cantik : HWAAAAAAAA!!!

Mya Cantik : Waaah pak! Beruntung banget!! Angkatan berapa?

Bapak Baik : Lulusnya 2003.Iya,trus saya dapet jatah kesana
neng, dibayarin buat 2 orang, Cuma saya takut naek pesawat neng, Jadi istri
saya aja yang 6 hari di Inggris ,Saya Cuma nyupirin sampe bandara.

Di rumah juga udah banyak yang nawarin kerjaan ,Katanya
begitu dia balik , langsung ke kantor2 mereka aja tanpa interview.

Mya Cantik : ..(tambah shock dan sirik) hihi

Bapak Baik : Emang ngaruh ya Neng? Lulusan luar negeri sama Indonesia?

Mya Cantik : Ya sebenernya tergantung orangnya pak , Cuma buat jaman sekarang dimana2 kantor butuh sesuatu yang lebih. Soalnya lulusan s1 udah banyak , jamuran lagi pak.Apalagi di kota2
besar (Ya Allah moga2 lulusan2 HI unpar ga kayak gitu). Jadi anak bapak punya nilai yang sangat plus! Apalagi akuntansi Oxford

Bapak Baik : Oh gitu ya neng, bapak sih ga tau . Bapak ga lulus SD,istri bapak juga

Dan obrolan rame itu mesti berhenti, soalnya saya sudah sampai di Unpar.

Sebenarnya pengen ngobrol lebih lama sama si seorang supir taksi yang tidak lulus SD tapi anaknya bisa sekolah di universitas Oxford.

Tapi ya berhubung argo juga udah nyampe angka sumbangan Mama
buat naik taksi jadi ya harus cukup sampe disitu.

Oiya,sebelum itu dia bilang gini

Bapak Baik : tapi Tuhan itu adil neng, jadi orang miskin
kayak Bapak, kalo tidur ga usah mikir apa yang mau dicuri, Paling sepeda butut.
Yang penting masih bisa makan dan anak cucu sehat. Sekarang Bapak sih tinggal
menikmati tuanya aja

Hwah,,terimakasih bapak tua baik hati , yang udah ngajarin
saya kalau hidup ini udah diatur rejekinya masing2. 

Ayo Bapak Tua yang Baik Hati!! Semangat!!!

Dan buat kamu yang masih sebel sama dunia dan selalu nanya2
kenapa sih bokek melulu..tenang aja,rezeki udah diatur kok sayang.

-Cerita tahun 2007 yang saya tulis lagi disini. Tapi sampai sekarangpun Bandung masih tetap sepanas itu dan saya belum bertemu lagi dengan Bapak Supir Taksi. Ada yang pernah diceritain hal2 menarik sama seorang supir taksi? Atau ada yang sudah ketemu bapak baik itu dan diceritakan pengalamannya dengan mata berbinar2? Feel Free to share :) -

Continue reading

, , , ,

Katy Perry-Lost

I’m out on my own again
Face down in the porcelain
Feeling so high but looking so low
Party favors on the floor
Group of girls banging on the door
So many new fair-weather friends ooo…
 
Have you ever been so lost
Known the way and still so lost
 
Caught in the eye of a hurricane
Slowly waving goodbye like a pageant parade
So sick of this town pulling me down
My mother says I should come back home but
Can’t find the way cause the way is gone
So if I pray am I just sending words into outer space
 
Have you ever been so lost
Known the way and still so lost
Another night waiting for someone to take me home
Have you ever been so lost
 
Is there a light
Is there a light
At the end of the road
I’m pushing everyone away
‘Cause I can’t feel this anymore
Can’t feel this anymore
Have you ever been so lost
Known the way and still so lost
Another night waiting for someone to take me home
Have you ever been so lost
Have you ever been so lost

Continue reading

, , ,

In the Middle of Middle East, In the middle of chaotic mind *I need a rest*

I was working on my thesis and came to syrian nuclear part and after did the exhausting research, I found out that Syrian state began as a fragile artificial entity enjoying few power resources. It was both profoundly irredentist and a recurrent victim of stronger neighbour. Within twenty years it was transformed into regional middle power. No other Arab state has since proved so adept at exercising power out of proportion to its natural endowments or so resolute in ensuring that its interest could not be ignored. Well done!

Continue reading


prev posts